Roma 8:26-30

Roma 8:26-30
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Tubn Yesus Berkati

Iklan

DUNIA YANG SELALU BERUBAH

Bacaan: Mazmur 102:25-27
NATS: Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal (Ulangan 33:27)

Kehidupan ini pasti mengalami perubahan. Hubungan kita berubah ketika kita pindah ke tempat baru, mengalami sakit, dan akhirnya menemui ajal. Bahkan sel di dalam tubuh kita selalu mengalami proses perubahan. Ketika sel-sel sudah tua, kebanyakan diganti dengan yang baru. Hal ini terutama tampak pada kulit kita—kulit luar kita mengelupas dan diganti dengan sel-sel baru kira-kira setiap 27 hari.

Ya, perubahan adalah satu-satunya hal yang pasti dalam dunia kita. Benar kata Henry Lyte dalam lagunya yang melankolis “Tinggal Bersamaku”: “Kulihat semuanya berubah dan musnah di sekelilingku.” Tetapi lagu itu segera menambahkan, “Engkau yang tidak berubah, tinggallah bersamaku!”

Melalui iman di dalam Yesus Kristus kita dapat menjalin hubungan dengan Allah yang tidak berubah, yang menyatakan diri-Nya di dalam kitab Maleaki 3:6, “Bahwasanya Aku, Tuhan, tidak berubah.” Kita dapat mengandalkan Allah yang akan tetap sama selamanya, seperti yang dikatakan pemazmur (Mazmur 102:27). Ibrani 13:8 memberikan kesaksian yang menegaskan: “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Dia adalah dasar kita yang kokoh, yang menanamkan keyakinan dalam diri kita dan memberikan perlindungan dalam dunia yang selalu berubah ini.

Kita umat ciptaan, yang terperangkap dalam naik turunnya perputaran zaman, dapat menyandarkan jiwa kita pada lengan-lengan abadi, yang tidak akan pernah melepaskan kita (Ulangan 33:27) —VCG

UNTUK MENGHADAPI PERUBAHAN KEHIDUPAN
PANDANGLAH ALLAH YANG TIDAK BERUBAH

KEBENARAN TENTANG DOSA

Bacaan: 1Raja 15:1-5,11
NATS: Daud telah melakukan apa yang benar di mata Tuhan … kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu (1Raja 15:5)

Salah satu masalah yang dihadapi oleh penulis adalah tantangan untuk menuliskan kejahatan secara jujur. Pada saat menulis, saya ingin orang-orang baik selalu menjadi orang baik. Namun, bahkan orang-orang paling saleh pun dapat berbuat salah. Jadi untuk dapat dipercaya, para penulis harus bersikap jujur untuk menuliskan kejahatan yang tersembunyi dalam diri orang-orang baik. Baca lebih lanjut

KEKUATAN SEORANG IBU

Bacaan: Amsal 31:26-31
NATS: Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya (Amsal 31:26)

Istri saya, Carolyn, dan saya, berjalanjalan di taman pada suatu pagi. Tiba-tiba kami melihat seekor induk tupai berlari cepat melalui kawat listrik sambil membawa bayi di mulutnya. Ia membawa tupai kecil ini ke sarang baru yang telah dibuatnya di sebuah pohon. Kemudian ia kembali berlari melalui kawat itu untuk mengambil seekor bayi lain dari sarang lama dan membawanya ke rumahnya yang baru. Ia berlari pulang-pergi sampai ia menaruh keenam bayinya di rumah mereka yang baru. “Menjadi ibu memang berat!” desah Carolyn.

Memang benar. Kesakitan waktu melahirkan baru merupakan awal. Betapa pentingnya seorang ibu memerhatikan hidup kerohaniannya sendiri sehingga ia dapat mengasuh anak-anaknya! Ya, di atas semuanya, seorang ibu harus memelihara jiwanya — untuk bertumbuh dalam hikmat dan pengetahuan tentang Allah.

Susanna Wesley adalah seorang ibu yang sibuk dengan 19 anak. Namun ia selalu menyisihkan waktu setiap hari untuk bersekutu dengan Allah. Bahkan, kadang-kadang ia melewatkan waktu di atas kursi dengan celemek masih di atas kepalanya, untuk berdoa. Pada saat itu tidak seorang anak pun berani mengganggunya!

Wanita yang digambarkan dalam Amsal 31 sangat menjunjung tinggi hikmat, kebaikan, dan hormat kepada Tuhan (ayat 26,30). Pada hari ini, marilah kita menghargai para wanita dalam hidup kita yang membagikan hikmat mereka, menunjukkan kasih kepada kita, dan yang di atas semuanya itu berusaha untuk memuliakan Tuhan –DHR

YA ALLAH, BERKATILAH IBU … SEMUA KEBERADAAN SAYA INI
ADALAH BERKAT JASANYA — Abraham Lincoln

MEMPERLAMBAT DIRI

Bacaan: Mazmur 1
NATS: Kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan … merenungkan Taurat itu siang dan malam (Mazmur 1:2)

Resolusi Tahun Baru kerap kali justru mempercepat gerak hidup kita, bukannya menolong kita memperlambatnya. Agar lebih produktif dan efisien, kita justru memadatkan agenda, tergesa-gesa menyelesaikan makan, mengemudi dengan tidak sabar, lalu bertanya-tanya mengapa kita tidak bisa bersukacita.

Carol Odell, seorang penulis sebuah kolom konsultasi bisnis, mengatakan bahwa memperlambat gerak hidup dapat memberi dampak positif bagi kita di tempat kerja dan di rumah. Ia percaya ketergesa-gesaan dapat memengaruhi pengambilan keputusan kita dan menyebabkan kita mengabaikan hal-hal penting serta orang-orang terkasih. Itu sebabnya Carol menganjurkan setiap orang untuk memperlambat gerak hidup, dan bahkan menyarankan ide radikal untuk sengaja menunggu lampu lalu lintas menjadi merah dan menggunakan waktu itu untuk meditasi.

Dalam Mazmur 1, kita tidak menemukan gambaran tentang gerak hidup yang begitu cepat. Perikop itu justru melukiskan seseorang yang menikmati berkat Allah. Ia tidak berpikir dan bertindak seperti mereka yang jarang memikirkan hal-hal rohani, sebaliknya “Kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan … merenungkan Taurat itu siang dan malam” (ayat 2). Hasilnya, ia memiliki hidup yang berbuah dan jiwa yang sehat (ayat 3).

Yesaya menulis, “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya” (Yesaya 26:3). Hari ini, cobalah renungkan ayat tersebut setiap kali Anda harus menunggu sesuatu. Bukankah sudah waktunya bagi kita semua untuk memperlambat gerak hidup dan menikmatinya? –DCM

BERISTIRAHATLAH SEJENAK
JIKA TIDAK, ANDA BISA AMBRUK! –Havner

TIDAK PERLU PANIK

Bacaan: 1Petrus 4:12-19
NATS: Saudara-saudara yang terkasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu (1Petrus 4:12)

Saat melayani pendalaman Alkitab dalam suatu pelayaran di Kepulauan Karibia, saya mendengarkan pengarahan tentang tindakan penyelamatan yang biasa dilakukan di hari pertama. Tindakan pencegahan sangatlah penting untuk berjaga-jaga seandainya tiba-tiba kapal harus dievakuasi.

Pengarahan dari awak kapal ditutup dengan penjelasan sederhana tetapi sangat penting. Kombinasi khusus suara terompet udara, yang menandakan latihan, berbeda sekali dengan suara yang akan dibunyikan untuk menandakan situasi darurat yang sebenarnya. Perbedaan itu sangat penting. Latihan tak dirancang untuk mengadakan evakuasi. Jika para penumpang panik saat latihan, maka akan terjadi kekacauan.

Apabila kita tidak memahami situasi di sekitar kita, kita mudah guncang oleh kegelisahan hidup. Orang-orang yang hidup di zaman Petrus mengalami hal yang sama. Ia memberi peringatan sederhana: “Janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian” (1Petrus 4:12).

Pencobaan dan penderitaan hidup seolah-olah terdengar seperti panggilan untuk melakukan “evakuasi” — melarikan diri atau menghadapi hidup secara putus asa dan tidak bijak. Namun, lebih bijak jika kita lebih peka mendengar suara Tuhan. Pencobaan itu tidak akan menjadi lebih dari sekadar pengingat bahwa kita harus percaya kepada Allah semata, bukan kepada manusia. Kita dapat memercayai-Nya pada saat-saat seperti itu apabila tanda bahaya dalam hidup kita mulai berbunyi –WEC

Kita dapat mengandalkan kasih Sang Juru Selamat
Untuk berlindung dari badai kehidupan;
Aman dalam rengkuhan lengan-Nya yang kuat
Dia menyediakan tempat perlindungan. –Hess

TANTANGAN HIDUP TIDAK DIRANCANG
UNTUK MENGHANCURKAN KITA
TETAPI UNTUK MENDEKATKAN KITA KEPADA ALLAH

LEBIH DARI BERHARAP

Bacaan: Matius 6:5-15
NATS: Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya (Matius 6:8)

Ketika masih kecil, C.S. Lewis senang membaca buku E. Nesbit, terutama Five Children and It. Dalam buku ini, beberapa anak kakak beradik pada liburan musim panas bertemu dengan peri pasir kuno yang mengabulkan satu keinginan mereka setiap hari. Tetapi setiap keinginan hanya menimbulkan masalah bagi anak-anak tersebut dan bukannya membawa kegembiraan, karena mereka tidak bisa memperkirakan akibat dari terkabulnya segala sesuatu yang mereka inginkan itu. Baca lebih lanjut