PEMIMPIN ATAU PENGIKUT

Bacaan: Lukas 5:27-32
NATS: Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” (Lukas 5:27)

Seorang teman dekat bertanya kepada Gandhi, “Jika kau begitu mengagumi Kristus, mengapa kau tak mau menjadi orang kristiani?” Konon Gandhi menjawab, “Bila aku bertemu dengan seorang kristiani yang benar-benar mengikut Kristus, aku akan mempertimbangkannya.”

Namun, bukankah itu yang diharapkan dari seorang kristiani — mengikut Kristus? Joe Stowell, mantan pimpinan Moody Bible Institute menulis dalam buku Following Christ: “Banyak di antara kita yang menghidupi iman kita seolah-olah Kristus hadir untuk mengikuti kita. Bahkan kita percaya bahwa Kristus hadir untuk memenuhi kebutuhan kita …. Bentuk tersamar dari agama yang melayani diri sendiri ini menempatkan Kristus hanya sebagai salah satu kebutuhan hidup, yang dapat menambah dan memberi daya pada impian-impian kita.”

Ketika Yesus memanggil murid-murid untuk mengikuti-Nya, Dia menghendaki agar Dialah yang memimpin serta mengarahkan mereka; dan mereka mengikuti-Nya (Lukas 5:27). Seperti para murid itu, kita harus meninggalkan keinginan kita, taat kepadanya, dan memilih untuk “kehilangan” nyawa bagi-Nya (17:33).

Bila tak direnungkan dengan sungguh-sungguh, hal ini mungkin terdengar mudah dilakukan. Namun kenyataannya, kita tidak mungkin melakukannya sendiri. Hanya dengan memilih untuk melepaskan rencana-rencana kita sendiri setiap hari dan memercayai pimpinan Roh Kudus, kita dapat bekerja sama dengan Dia yang berkarya dalam hidup kita.

Demikianlah cara Allah mengajar kita agar menjadi pengikut-Nya yang taat, dan bukannya menjadi pemimpin –AMC

AGAR DAPAT MEMBAWA ORANG LAIN KEPADA YESUS
ANDA HARUS LEBIH DULU BELAJAR MENGIKUTI DIA

Iklan