YANG TERBESAR

Bacaan: Matius 21:1-11
NATS: Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu menyatu di dalam Dia … sehingga Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu (Kolose 1:17,18)

Kita tidak pernah dapat melebih-lebihkan kebesaran Kristus. Sebagai pribadi yang paling agung di dalam sejarah, Dia memang layak menerima kasih dan pujian kita.

Di dalam buku klasiknya The Pursuit of God, A.W. Tozer memberikan penghormatan kepada Frederick Faber, seorang Inggris yang menuliskan lagu Faith of Our Fathers. Tozer berkata, “Kasihnya bagi pribadi Kristus begitu kuat sehingga hampir menghancurkan dirinya; kasih itu membara di dalam dirinya … dan mengalir dari bibirnya seperti emas cair. Dalam salah satu khotbahnya ia berkata, ‘Ke mana pun kita berpaling di dalam gereja Allah, Yesus ada di sana. Bagi kita, Dia adalah awal, pertengahan, dan akhir dari segalanya…. Dia adalah segala yang baik, yang suci, yang indah, dan yang membawa sukacita bagi para hamba-Nya…. Tak seorang pun boleh patah semangat, karena Yesus adalah sukacita dari surga, dan sungguh merupakan sukacita bagi-Nya bila Dia dapat masuk ke setiap hati yang berduka. Kita dapat melebih-lebihkan banyak hal, tetapi kita tidak pernah dapat melebih-lebihkan kewajiban kita kepada Yesus, atau kelimpahan kasih Yesus bagi kita. Meski kita membicarakan Yesus hingga seumur hidup, kita tidak akan pernah kehabisan bahan untuk membicarakan hal-hal yang manis tentang Dia.'”

Pada hari raya Minggu Palem ini, marilah kita menaikkan pujian hosana kepada Raja segala raja. Yesus memang layak menerima penyembahan kita yang penuh kasih. Dia benar-benar Pribadi yang paling agung! –RWD

Kristus Tuhan yang terutama,
Memerintah bumi, langit, dan samudra;
Firman-Nya penuh dengan kuasa —
Betapa agungnya Dia. –D. De Haan

SAAT KITA TUNDUK PADA KETUHANAN YESUS
KITA AKAN SUJUD MENYEMBAH DIA

Iklan