RSS

MENGHITUNG RAHMAT

18 Mar

Bacaan: Ratapan 3:17-25
NATS: Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:21-23)

“Rumput di halaman rumah tetangga selalu terlihat lebih hijau.” Pepatah ini hendak menggambarkan kecenderungan orang untuk melihat apa yang tidak dimiliki dalam hidupnya. Ada orang yang beranggapan bahwa hidup orang lain lebih menyenangkan. Akibatnya, orang itu tidak dapat bersyukur dengan hidupnya sendiri. Sikap demikian sebenarnya justru memicu ketidakbahagiaan.

Dalam bukunya, “Petunjuk Hidup Tenteram dan Bahagia”, Dale Carnegie mengatakan, “Kecenderungan untuk jarang melihat apa yang kita miliki, tetapi selalu ingat pada apa yang tidak kita punyai, merupakan tragedi terbesar di dunia ini. Bisa jadi hal ini telah lebih banyak menimbulkan kemalangan dibandingkan dengan yang ditimbulkan oleh semua perang dan penyakit dalam sejarah.”

Yeremia, penulis Kitab Ratapan, menunjukkan teladan yang indah. Berbagai kejadian buruk menimpa hidupnya, sampai-sampai ia sempat berpikir, “Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada Tuhan” (ayat 18). Namun, ia tidak membiarkan diri terjebak dalam kondisi itu. Sebaliknya, ia memusatkan perhatian pada rahmat dan kesetiaan Tuhan, “Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan … Tak berkesudahan kasih setia Tuhan… selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (ayat 21-23).

Hidup memiliki begitu banyak hal yang dapat kita syukuri; udara yang kita hirup dengan nyaman, tawa dan tangisan anak-anak kita, makanan dan minuman yang bisa kita nikmati, dan sebagainya. Mari kita perhatikan hal-hal ini. Mari pusatkan perhatian kepada kesetiaan Allah yang tak pernah habis, dan mari kita bersyukur! -AYA

SELAMA KITA HIDUP
SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2013 in RENUNGAN HARIAN KRISTEN

 

Komentar ditutup.