MALAM

Bacaan: Efesus 5:6-17
NATS: Setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Menjelang malam, Ia sendirian di situ (Mat. 14:23)

Malam adalah salah satu waktu favorit saya. Itulah saatnya untuk mengingat kembali apa yang telah berlalu pada hari itu, melakukan berbagai pemeriksaan, dan merenungkan berbagai peristiwa hari itu — entah peristiwa baik atau buruk. Apabila cuaca sedang baik, saya dan istri akan berjalan-jalan ke luar, atau kadang kala kami hanya membuat secerek kopi dan berbincang-bincang tentang hari yang kami lewati dan apa yang telah kami lakukan. Itulah saatnya untuk melakukan pertimbangan dan evaluasi dengan cermat, bersyukur, dan berdoa.

Tuhan kita juga melakukan hal serupa selama pelayanan-Nya di dunia. Di akhir hari yang melelahkan dan membutuhkan banyak perhatian-Nya, Dia naik ke atas gunung selama beberapa saat untuk berefleksi dan berdoa di hadapan Bapa-Nya (Mat. 14:23).

Nilai dari tindakan saat teduh di hadapan Bapa surgawi dan refleksi diri secara cermat terhadap bagaimana kita telah menjalankan kehidupan selama ini, memiliki signifikansi yang besar. Barangkali ini merupakan tujuan Rasul Paulus saat menantang kita untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya (Ef. 5:16). Ia ingin memastikan bahwa kita akan memanfaatkan waktu yang diberikan Allah dengan sebaik-baiknya untuk hidup dan melayani.

Manakala hari akan berakhir, luangkan waktu sejenak untuk berefleksi diri. Di tengah ketenangan malam, di hadapan Allah, kita dapat memperoleh cara pandang yang lebih akurat tentang kehidupan dan cara menjalaninya –WEC

Aku datang dari dunia perselisihan,
Dengan beban, cobaan, dan derita
Ke tempat indah, tenang, dan aman
Bertemu Yesus muka dengan muka. –Brandt

AKAN MUNCUL SEMAKIN BANYAK REFLEKSI DARI YESUS
KETIKA KITA SEMAKIN BANYAK BEREFLEKSI TENTANG DIA

Iklan