KEKUATAN DAN DUKUNGAN

Bacaan: Ayub 4:1-11
NATS: Orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan (Ayub 4:4)

Surat kabar lokal memberitakan tentang seorang ibu yang kecewa. Anak laki-lakinya yang berumur 21 tahun, yang selalu tampak sebagai anak muda yang baik, ditangkap polisi karena terlibat narkoba.

Hal yang sama terjadi di komunitas kami. Orangtua dan saudara-saudara dari seorang anak lelaki yang berumur 15 tahun merasa berdukacita karena anak tersebut tewas terkena peluru nyasar.

Seorang teman yang telah lanjut usia merasa kecewa karena anak perempuan tunggalnya, yang paling ia andalkan, meninggal dunia karena kanker.

Orang-orang yang bersedih memiliki kebutuhan yang sama, yaitu penghiburan yang datang dari Allah yang dapat dipercaya. Mereka perlu diyakinkan bahwa tragedi atau dukacita bukanlah tanda kemarahan Allah. Sebaliknya, Allah menangis bersama mereka, mengasihi mereka, dan Dia tidak pernah meninggalkan umat kepunyaan-Nya.

Elifas berkata kepada Ayub, “Orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan” (Ayub 4:4). Ayub mendapatkan pujian ini sekalipun ia sedang sangat menderita. Dan ketika kita memberikan penghiburan kepada orang yang berduka atau menderita, kita tidak hanya sedang menyamai Ayub — kita menyamai Yesus.

Di tengah-tengah orang yang sedang berduka, kita masingmasing dapat berupaya menjadi seorang penghibur seperti Ayub. Marilah kita memohon kepada Allah agar Dia membuat hati kita cukup lembut untuk mendukung dan menguatkan mereka yang berduka –HVL

ALLAH TIDAK HANYA MENGHIBUR KITA SUPAYA KITA TERHIBUR
TETAPI juga AGAR KITA MENJADI PENGHIBUR ORANG LAIN

Iklan