HANYA ANUGERAH

Bacaan: Efesus 2:1-10
NATS: Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibrani 9:22)

Ketika berusia 24 tahun, Ernest Gordon menjadi seorang tahanan perang di bawah kekuasaan Jepang. Bersama tahanan lainnya, mereka dipaksa membangun jalan kereta api di hutan Birma. Proses ini memakan korban sekitar 16.000 jiwa. Namun, Gordon bertahan hidup, malahan ia makin meresapi arti hidup dan pengorbanan. Suatu hari, seorang rekannya menyerahkan diri agar komandannya tidak dibunuh. Akibatnya orang itu dianiaya dengan sangat kejam melalui penyaliban. Cucuran darah orang itu mengingatkannya bahwa penebusan berharga mahal.

Pada dasarnya kita semua sudah mati karena pelanggaran dan dosa. Akibatnya, kita memerlukan seseorang yang mampu menolong kita agar tetap hidup. Dalam hal ini, darah menjadi unsur terpenting sebagai syarat kehidupan. Tanpa penumpahan darah, pengampunan tidak akan terjadi. Inilah standar yang ditetapkan agar seseorang bisa dihidupkan kembali dari kematian akibat dosa.

Kebangkitan Yesus dari kematian menjawab bagaimana kita bisa memperoleh hidup. Kita tak mungkin diselamatkan karena perbuatan baik, karena kita sudah mati karena dosa. Mungkin banyak orang dikatakan “baik”. Namun, apakah yang sesungguhnya dapat disebut “baik”? Kriteria”baik” menurut kacamata Sang Penebus adalah bila seseorang percaya kepada anugerah kasih Allah dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Inilah pemberian Allah, bukan usaha kita.

Semuanya hanya oleh anugerah. Tak satu pun usaha kita bisa menyelamatkan. Setiap perbuatan baik kita hanyalah kesaksian bahwa kita sudah memiliki hidup yang baru -BL

KITA DISELAMATKAN
HANYA KARENA ANUGERAH

Iklan