RSS

PENANTIAN

24 Jan

Bacaan: Kejadian 15:1-6
NATS: Percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran (Kejadian 15:6)

Setiap ibu dapat mengatakan bahwa menunggu kelahiran adalah pengalaman yang membangun kesabaran dalam dirinya. Sungguh malang induk gajah, karena ia membutuhkan waktu sekitar 22 bulan untuk mengandung janin gajah sampai janinnya itu siap dilahirkan! Sejenis ikan hiu yang dikenal dengan nama ikan dogfish bersirip memiliki durasi kehamilan selama 22-24 bulan. Dan, pada ketinggian di atas 1.380 meter, salamander Alpen dapat menjalani masa kehamilan sampai 38 bulan!

Perasaan Abraham mungkin tidak jauh berbeda dengan contoh-contoh yang ada di alam ini. Di usianya yang sudah lanjut, Tuhan memberi janji kepadanya, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar” (Kejadian 12:2). Namun, setelah tahun-tahun berlalu, Abraham mempertanyakan bagaimana mungkin janji itu terpenuhi tanpa adanya seorang anak laki-laki (15:2). Maka kemudian Allah meyakinkan Abraham demikian, “Anak kandungmu … akan menjadi ahli warismu” (ayat 4).

Sekalipun usianya semakin bertambah tua, Abraham tetap percaya kepada Allah, sehingga ia disebut orang benar (ayat 6). Namun demikian, ia menanti selama 25 tahun sejak janji pertama tentang lahirnya Ishak (17:1,17).

Menanti pemenuhan janji-janji Allah merupakan bagian dari sikap percaya kepada-Nya. Entah seberapa lama penundaan itu, kita harus tetap menantikan Dia. Hal itu juga diperingatkan oleh penulis kitab Ibrani kepada kita, “Marilah kita berpegang teguh pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia” (Ibrani 10:23) –MW

ALLAH SELALU MEMENUHI JANJI-NYA

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 24, 2013 in RENUNGAN HARIAN KRISTEN

 

Komentar ditutup.