RSS

SAAT HENING

21 Jan

Bacaan: Mazmur 4:7-9
NATS: Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, yang membiarkan aku diam dengan aman (Mazmur 4:9)

Dalam buku The Simple Path karya Lucinda Vardey, Ibu Teresa mengatakan bahwa di tengah melayani kaum papa di Calcuta, India, waktu untuk menyendiri atau saat teduh begitu sulit didapat. Di tengah pelayanan yang sibuk, privasi menjadi “barang” mahal, terlebih keheningan. Dalam kesibukan, keheningan adalah sebuah kelangkaan. Namun, Ibu Teresa melanjutkan bahwa kita harus tetap bisa mengambil waktu untuk bersaat teduh di tengah kesibukan, bahkan di antara keributan dan kebisingan sekalipun.

Hening hampir selalu dimaknai sebagai kesunyian. Padahal, hening yang kita cari lebih dari sekadar itu, yaitu hening dalam arti keleluasaan berteduh di tengah gempuran pergulatan hidup yang “bising”. Hening, seperti kata sang pemazmur, adalah ketenteraman untuk membaringkan diri, saat Tuhan membiarkan kita diam dengan aman (Mazmur 4:9). Hening di sini bukan sekadar berarti lingkungan sekitar yang sepi. Hening juga bukan berarti malam yang larut tanpa suara.

Hening adalah saat di mana kita dapat merasakan kehadiran Tuhan, sehingga kita dapat membaringkan diri dengan tenang dan tenteram. Dengan demikian, kita dapat merasakan keteduhan, sekalipun kita sedang berada di tengah keramaian, karena hening itu bukan dinikmati oleh telinga kita, tetapi oleh hati yang teduh. Hening bisa terjadi saat kesibukan dan keingarbingaran menerkam diri kita. Itulah yang dialami oleh Daud dan terekspresi dalam mazmurnya. Marilah kita menikmati keheningan, di saat kita bekerja maupun saat beristirahat, di saat sunyi maupun saat suasana ramai. Izinkan Tuhan meneduhkan lautan kehidupan kita dengan kuasa-Nya. Mari Tuhan, teduhkan hati saya –AGS

HENING MERUWAT HATI KITA SEMAKIN DEKAT DENGAN TUHAN
SEMAKIN DEKAT DAN SEMAKIN DEKAT LAGI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 21, 2013 in RENUNGAN HARIAN KRISTEN

 

Komentar ditutup.