MEMAMAH BIAK

Bacaan: Mazmur 1:1-3
NATS: Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik … yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (Mazmur 1:1,2)

Tinggal di pedesaan memberi kesan tersendiri bagi saya. Setiap senja saya mencium aroma yang spesifik, yaitu bau rumput yang sengaja dibakar untuk mengusir nyamuk. Saya juga mendapati beberapa petani yang tidur sekamar dengan lembunya. Mereka sama-sama melepas lelah setelah seharian membajak di sawah.

Bila saya memerhatikan lembu yang beristirahat di siang hari, saya melihat mulutnya selalu bergerak mengunyah sesuatu. Ya, sapi itu sedang memamah biak. Binatang yang memamah biak memiliki lambung dengan banyak ruang [poligastrik: berperut banyak]. Makanan yang masih kasar dan mula-mula disimpan di perut, dikeluarkan lagi ke mulut untuk dikunyah dan dicerna lagi di lapisan perut yang lain dan seterusnya, sehingga akhirnya lembu itu mendapat sari makanan untuk kebutuhan tubuhnya. Sungguh hebat “mesin susu” ini, sehingga dari rumput yang hijau bisa dihasilkan susu yang putih.

Itulah yang seharusnya kita lakukan untuk benar-benar menikmati firman Tuhan. Membaca Alkitab bukan sekadar untuk “memenuhi kewajiban” bersaat teduh; merasa terbeban, tetapi tidak mendapatkan sesuatu. Kita perlu membaca dan merenungkannya siang dan malam, menggali, dan mengadakan refleksi: Apa yang saya baca? Mengapa demikian? Bagaimana menerapkannya? Hanya dengan demikian dan di bawah bimbingan Roh Kudus (Yohanes 16:13), kita akan mengalami dan merasakan yang Daud rasakan, yakni menikmati manisnya madu surgawi, “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih daripada madu bagi mulutku” (Mazmur 119:103) –ACH

KITA MAKAN TIGA KALI SEHARI UNTUK MEMELIHARA TUBUH
BERAPA KALI SEHARI KITA MEMBERI MAKAN JIWA KITA?

Iklan