RSS

KERENDAHAN HATI YANG SEJATI

25 Nov

Jadi, karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, tanpa mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya henadaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Flp 2:1-4)

Mazmur Tanggapan: Mzm 131:1-3; Bacaan Injil: Luk 14:12-14 

Apabila anda mendengar kata “rendah hati”, apakah yang ada dalam pikiran anda? Gambaran-gambaran rendah-diri dalam arti “low self-esteem? Memiliki suatu kemauan yang lemah? Membiarkan orang-orang lain mengambil manfaat dari diri anda? Semua itu bukanlah “kerendahan hati” yang diinginkan Allah bagi kita, dan juga bukan “kerendahan hati” yang dimaksudkan oleh Santo Paulus dalam tulisannya di atas. Bagi Paulus kerendahan hati adalah kemampuan untuk melihat diri kita sendiri dan sesama kita seperti Allah sendiri melihat diri kita: sebagai anak-anak-Nya yang sangat dikasihi-Nya dan para warga surgawi. Kerendahan hati sungguh menyangkut kekuatan untuk menjadi seperti Yesus – mengasihi tanpa syarat, mengampuni, dan syering/berbagi dengan penuh kemurahan-hati dengan orang-orang di sekeliling kita.

Orang-orang yang rendah hati tidak perlu memakai topeng atau bergaya agar kelihatan orang sebagai seorang pribadi yang rendah hati. Karena mereka melihat nilai orang-orang lain di mata Allah, maka mereka pun tidak terpengaruh oleh tetek-bengek seperti keharuman nama, harta-kekayaan, atau wajah cantik-menarik atau “tampang keren”. Kerendahan hati menempatkan orang-orang lain sebagai yang pertama, karena melihat betapa penting mereka bagi Allah (lihat Flp 2:4).

Kerendahan hati macam ini dimaksudkan untuk menjadi suatu sukacita, bukannya sebuah beban. Kerendahan hati membebaskan hati kita dari rasa takut dan keserakahan. Sebaliknya kesombongan berupaya untuk menghancurkan nilai orang lain agar kita dapat membangun rasa betapa pentingnya diri kita (Inggris: our own sense of importance). Karena hal yang disebutkan belakangan ini menyangkut kerja-keras untuk membuat kita merasa bahwa kita lebih baik daripada orang-orang lain, kesombongan membuat kita terbenam dalam kesibukan mengurusi kepentingan-kepentingan kita sendiri dan dengan demikian menjauhkan kita dari rahmat Allah. Kerendahan hati-lah yang mengikat kita bersama sebagai Tubuh Kristus.

Model kerendahan hati bagi kita adalah Yesus Kristus sendiri. Dia merendahkan diri-Nya untuk membebas-merdekakan kita semua. Kasih-Nya tanpa batas dan tanpa diskriminasi. Yesus menyambut dengan tangan terbuka orang-orang miskin, orang-orang cacat fisik, dan orang-orang yang tersingkirkan dari masyarakat (kaum marginal), dan dalam diri-Nya ‘wong cilik’ menemukan seorang sahabat sejati. Setiap hari, Allah memberikan kepada kita kesempatan-kesempatan untuk menjadi seperti Yesus selagi kita melayani orang-orang lain di rumah kita dan di sekitar kediaman kita. Apabila kita syering berkat-berkat yang telah kita telah terima dari Allah dengan orang-orang di sekeliling kita, maka rahmat pun akan mengalir dari takhta Allah Bapa. Dia adalah Allah yang memiliki sumber daya tanpa batas. Kita dapat yakin pada diri kita sendiri, bahwa setiap kali kita memperhatikan dan terlibat secara positif dalam urusan-urusan Allah, maka Dia akan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau merendahkan diri-Mu sendiri demi aku. Bebaskanlah diriku dari kesombongan agar aku dapat menjadi seperti Engkau. Perkenankanlah aku menemukan sukacitaku dalam melayani Allah dan sesamaku, bukannya dilayani. Amin. 

Sumber:http://catatanseorangofs.wordpress.com

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 25, 2012 in RENUNGAN HARIAN KRISTEN

 

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: