RSS

HIDUP ADALAH KRISTUS DAN MATI ADALAH KEUNTUNGAN

25 Nov

Dalam hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: Aku ingin pergi dan tinggal bersama-sama dengan Kristus – itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dengan yakin aku tahu tentang hal ini: Aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu. (Flp 1:18b-26)

Mazmur Tanggapan: Mzm 42:2-3,5; Bacaan Injil: Luk 14:1,7-11

Dari balik tembok-tembok penjara serta selagi dibayang-bayangi hukuman mati, Paulus menemukan kekuatan batin untuk menasihati, atau katakanlah memberi wejangan-wejangan kepada para saudari dan saudaranya seiman di Filipi: “Aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus” (Flp 1:19).

Gereja Filipi merupakan gereja pertama yang didirikan Paulus di benua Eropa, dan tulisan-tulisannya menunjukkan bahwa dia memiliki rasa senang secara pribadi kepada para saudari-saudara di sana. Dia bergembira tatkala mendengar tentang iman dan kemurahan hati yang berkesinambungan dari umat di sana. Paulus pun mendorong serta menyemangati mereka untuk tetap bersatu dan penuh sukacita dalam Tuhan.

Kehangatan dan entusiasme Paulus sungguh menakjubkan, karena dia sedang berada dalam penjara dan juga sedang menantikan proses pengadilan yang akan datang – dan hukuman mati pun bukanlah sesuatu yang mustahil. Namun demikian, pengharapan dan kepercayaannya kepada Allah tidak pernah luntur. Paulus menulis: “Yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku” (Flp 1:20). Walaupun sedang berada dalam kesendirian dan kesedihan yang mendalam, melalui doa dan iman-kepercayaannya, Paulus sampai kepada pemahaman, bahwa baginya “hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Flp 1:21).

Di satu sisi iman Paulus adalah sebuah “model” untuk kita teladani, namun pada sisi lain merupakan tantangan bagi kita semua. Kita dipanggil untuk memusatkan pikiran dan hati kita pada Yesus. Setiap hari kita dapat memohon dari Yesus kesadaran yang lebih mendalam akan keberadaan Roh Kudus-Nya yang berdiam di dalam diri kita. Kita dapat berpaling kepada-Nya secara seringkali dan menghaturkan doa-doa cinta, iman dan rasa percaya yang singkat-singkat kepada-Nya. Setiap malam, sebelum pergi tidur kita dapat memohon kepada Tuhan agar dengan darah-Nya Dia membersihkan diri kita. Dalam Misa Kudus kita dapat memusatkan perhatian kita pada kurban Anak Domba Allah dan menyembah-Nya serta mengasihi Dia dengan segenap pikiran kita, jiwa kita, dan kekuatan kita. Memang tidak sulitlah bagi kita – dalam berbagai situasi-kondisi yang kita hadapi – untuk menghilangkan/ mengurangi sukacita kita dalam Tuhan. Namun demikian, apakah begitu sulitnya bagi kita untuk melakukan hal-hal kecil guna menerima gandar/kuk Yesus? Yang dibutuhkan oleh Yesus adalah sedikit saja  (bagian kecil saja) dari hati kita agar Dia dapat melakukan hal-hal yang penuh keajaiban.

DOA: Tuhan Yesus, kami mempersembahkan diri kami kepada-Mu pada saat ini. Kami semakin rindu, ya Tuhan, untuk tetap berada di hadapan hadirat-Mu. Tolonglah kami agar dapat tetap setia dan tabah dalam iman kami kepada-Mu. Amin.

Sumber: catatanseorangofs.wordpress.com

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 25, 2012 in RENUNGAN HARIAN KRISTEN

 

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: