RSS

Renungan Kondisi Papua

05 Jun

Seandainya Indonesia itu Benar-Benar dari Sabang sampai Merauke, Pasti Papua akan sama seperti Jakarta dan jawa ini bahkan akan lebih, tetapi sayang seribu sayang, Indonesia hanya ada dipulau jawa dan sekitarnya, jadi jangan bilang orang Papua itu terbelakang,telanjang dan bodoh, Karena apa yg kami dapatkan itu datangnya dari pemerintah indonesia sendiri, seperti pantulan cermin, kondisi kami adalah keadaan bangsa Indonesia.
Kami diajar untuk makan nasi ttp kami tidak pernah diajar bagaimana cara menanam padi, padahal beras bukan makanan pokok kami, shg ketika stok beras habis, kami kena busung lapar krn ketergantungan kami akan beras, siapa yg salah.
Kami diajar KB (2 anak cukup)bukan menjaga jarak kelahiran, dan tips2 agar bayi dan ibu sehat, padahal tanah kami masih luas, sementara dijawa dan sekitarnya anak manusia baku ikut seperti anak tangga di atas tanah yg sempit, seharusnya KB itu diberkakukan di jawa & sekitarnya bukan di Papua.
Kami diajar bahasa Indonesia, sehingga sampe ke pedalaman Papua, orang tua,muda maupun anak2 yg sekolah maupun tidak, tahu berbahasa idonesia yg baik dan benar sbg percakapan sehari2. sampe di Jawa & sekitarnya dimana2 org berbahasa daerah (jawa) di kantor,kampus, dan sekolah2 sama saja apalagi dirumah.
Kami diajar mencintai negara ini, dgn mematuhi UUD’45 dan Pancasila akhirnya harta kekayaan kami dikerok, utk kesejahteraan Indonesia (jawa dan sekitarnya),kami bagai anak tikus tanpa induk ditengah2 lumbung padi, yg tdk tahu cara mengolah padi itu mjdi makanan, akhirnya anak tikus itu lapar diatas padi. jadi, siapa yg salah.
Kami Orang2 Papua sebenarnya pintar2, cukup hanya dgn melihat saja, kami sudah dapat meniru tanpa teori, namun pendidikan yg kami peroleh sangat sempit bahkan dibatas-batasi agar jgn melebihi org indonesia,krn takut jika org Papua Pintar dan sanggup mengolah kekayaan alamnya pasti Indonesia (jawa dan sekitarnya) tidak dapat apa2. akhirnya tidak sedikit org Papua yg pintar2 (seprti pilot2,dokter2,dosen,pakar politik,ekonomi,ahli2 dll,) yg hilang (tewas) tanpa bekas, shga banyak org2 pintar Papua memilih hidup di Luar Negeri di banding dalam rumah sendiri, karena orang tua kandungnya sendiri tidak mengakui dan menerima keberadaan anak kandungnya.
Slogan Tanah Papua adlah Tanah Damai di Kampanyekan keseluruh pelosok bumi, tetapi setiap hari bahkan jam ada saja orang Papua yg mati diatas tanahnya sendiri oleh si tangan besi. apakah kami ini binatang buruan, sehingga kematian itu sudah menjadi hal yg biasa terjadi, dimana letak Hak Azasi Manusia itu. yg sangat dijunjung bangsa ini.

We Want To Be Free…!!!!!

“Pulihkanlah Ya TUHAN dan Selamatkanlah Bangsa Papua Tercinta,
Sinarilah dengan terang Kasih MU, Dengarkanlah Doa Kami anak Negri ini”

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 5, 2012 in MATERI-MATERI

 

Tag: , , ,

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s