RSS

BEBERAPA KONSEP DASAR : Ekologi, Sosial, Budaya

10 Mar

Prof. H. Judistira K. Garna (1999), memulainya dengan menawarkan argumen bahwa untuk mempelajari apa dan bagaimana teori-teori antropologi itu dengan langkah-langkah pengamatan : (1) memahami lingkupnya dan mengenalkan konsep-konsep dasarnya; (2) kajian yang dipandu oleh kebudayaan atau oleh konsep sutruktur sosial dalam kenyataanya adalah untuk memahami tentang antar relasi di antara tatanan institutional dari sistem yang dipelajari itu; (3) harus memperhatikan masalah eksplanasi sebagai upaya yang bukan hanya memberi kejelasan tentang apa yang menjadi pokok pembicaraan teori, tetapi juga menjelaskan tentang hasil temuan dari kajian yang dilakukan; (4) metodologi penelitian; di mana antropologi sangat memperhatikannya, terutama berkaitan dengan field work sebagai tumpuan kajian. Banyak pendapat para ahli tentang pengertian kebudayaan. Dari sekian banyak konsep kebudayaan, sebenarnya memiliki kecenderungan yang sama, sebab semua kebudayaan dari semua bangsa di manapun di dunia memiliki unsur-unsur yang universal. Koentjaraningrat (1990) me-nyimpulkan dari berbagai sumber buku antropologi, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia. Ketujuh unsur itu adalah: (1) Bahasa; (2) Sistem pengetahuan; (3) Organisasi sosial; (4) Sistem peralatan hidup dan teknologi; (5) Sistem mata pencaharian hidup; (6) Sitem religi; (7) Kesenian.

Berangkat dari ungkapan filosofis yaitu tak ada kebudayaan tanpa masyarakat, atau tak ada masyarakat tanpa kebudayaan, maka pembahasan mengenai kebudayaan harus pula diikuti dengan pembahasan tentang masyarakat. Konsep masyarakat dapat ditinjau dari disiplin sosiologi. Banyak sekali teori yang dikemukakan para sosiolog tentang konsep masyarakat. Salah satu pengertian umum tentang  masyarakat adalah sebagai suatu kelompok manusia yang membentuk suatu tatanan  dengan pola-pola interaksi yang ajek. Tom Campbell (1994), menyatakan bahwa suatu masyarakat bukan hanya dalam pengertian jumlah atau kumpulan, melainkan sebuah pengelompokkan yang teratur dengan pola interaksi yang jelas. Dalam buku Seven Theories of Human Society, Tom Campbell mengemukakan tujuh teori sosial yaitu teori Aristoteles, Thomas Hobbes, Adam Smith, Karl Marx, Emile Durkheim, Max Weber, dan Alfred Schutz. Dalam tulisan Campbell, tujuh teori tersebut juga menganalisis tentang konsep masyarakat. Misalnya, Aristoteles memandang masyarakat manusia sebagai sebuah usaha etis, yang berakar dalam kemampuan sosial manusia yang bersifat kodrati. Tampaknya pendekatan Aristoteles bersifat naturalistis dan teologis. Pendekatan naturalistis Aristoteles adalah suatu pandekatan yang memandang bahwa alam semesta terdiri dari hierarki pengada-pengada dengan sebuah kodrat atau hakikat. Alam semesta secara kodrati dan teologis merupakan tempat interaksi masyarakat manusia. Sedangkan Hobbes memandang masyarakat sebagai sejenis perkumpulan dalam perbedaannya dengan model yang lebih holistis. Tokoh lain Max Weber seperti dikutip Campbell, menekankan konsep masya-rakat pada berbagai macam tindakan manusianya. Tindakan tersebut dalam rangka mem-bina hubungan antar manusia. Hubungan tersebut akan bermakna bagi yang mengambil bagian di dalamnya. Unsur tindakan individu dalam masyarakat menjadi lebih penting dalam kajian sosiologis. Menurut Soerjono Soekanto (1990), yang terpenting dalam masyarakat adalah proses sosial yaitu suatu interaksi sosial, sebab hal tersebut yang me-nyebabkan terjadinya kegiatan (aktivitas) sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan  – hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, serta antar kelompok manusia.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 10, 2010 in MATERI-MATERI

 

Tag: , , , ,

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: