RSS

Puisi Anak Negeri Papua

28 Sep

Jhon Austin: “Jika sebagian besar Warga Negara sudah memutuskan untuk menolak suatu pemerintahan dan mau menanggung refresif demi penolakan tersebut, maka seluruh kekuatan pemerintah termasuk para pendukungnya tidak akan mampu mempertahankan pemerintahan yang di bentuk rakyat itu, sekalipun mereka mendapat sokongan dari kekuatan asing. Rakyat yang melawan tidak bisa dipaksa untuk patuh dan tunduk selamanya”

Doa Anak Telanjang

Tuhan Allah Bapak & Ibu Kami

Kau sudah tahu toooh……………………..

Saya duduk, berdiri, berjalan, diatas lumuran darah

Serakah tulang belulang tete – nene leluhur bangsa ini

Bapa telah meninggal, mama juga telah pergi untuk selama-lamanya

Setelah di perkosa oleh pasukan penyisir

Kakak ku di tembak ketika anak – anak negeri mencari kebenaran dan keadilan

Tuhan ,Sumber dan Tujuan hidup kami

Kami anak telanjang duduk seorang diri

Kayu perahu sudah di tebang

Dusun sagu telah di babat jadi lokasi trasmigrasi dan kelapa sawit

Burung kuning sudah mulai punah

Laut sungai kini telah tercemar

Rahim bumi kami di kuras demi segelintir orang rakus

Tanah adat kami dicaplok oleh pemerintah, militer, pedagang, pengusaha, gereja dan barisan panjang amber-amber dorang

Tuhan, apakah mereka juga anak-anak Mu? Mengapa mereka begitu biadab ? ataukah urat hati mereka sudah putus ?

Tuhan dimanakah anak negeri kami

Hanya satu pinta ku sebagai anak bangsa bumi cenderawasih

Tuhan hiburkan kami

Sangat jauh leluhur tanah Papua biarlah darah mengalir menyinari ibu kami Papua,

Biarlah tulang belulang yang berserakan di belantara tanah ini menjadi

Anak cucu masa depan

Biarlah para pejuang satu persatu kembali pada Mu agar tumbuh seribu

Tuhan, Allah bapa dan Ibu kami……

Biarlah Yotefa semakin senja agar sejuta senja lahir dari rahim Papua baru.

Anak telanjang mati terbacok badik

Tembak peluru api di tabrak pembunuh professional

Karena anak telanjang dianggap mabuk

Ia mati,………mati,………..mati,…………..

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 28, 2009 in MATERI-MATERI

 

Tag: , , , , , ,

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: