RSS

PRIVATISASI BUMN

18 Nov

PRIVATISASI   BUMN

A. LATAR BELAKANG

Privatisasi Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”) merupakan salah satu program penting Pemerintah dan telah digariskan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara(GBHN) 1999 yang mengamanatkan kepada Pemerintah untuk menyehatkan BUMN/BUMD, terutama yang usahanya berkaitan dengan kepentingan umum,sementara bagi yang usahanya tidak berkaitan dengan kepentingan umum didorong untuk privatisasi. Mengambil contoh kasus dari luar negeri, privatisasi adalah salah satu pencapaian yang paling signifikan dari Pemerintahan Margaret Tatcher di Inggris di sekitar tahun 1980an. Meskipun pada awalnya mengalami kesulitan dalam menjalankan program privatisasi karena penolakan-penolakan dan protes baik dari anggota parlemen maupun dari manajemen perusahaan negara itu sendiri, namun pada akhirnya Tatcher berhasil menjual hampir seluruh BUMN yang dimiliki Pemerintah Inggris. Di Indonesia, proses privatisasi yang signifikan dimulai di awal dekade 1990an,dimana Pemerintah melakukan privatisasi PERSERO-PERSERO yang ada, antara lain PT INDOSAT Tbk. (Indosat), PT TELKOM Tbk.(Telkom), PT Aneka Tambang Tbk.,PT Tambang Timah Tbk., dan PT Semen Gresik Tbk (Semen Gresik).

Ketika Indonesia sedang berusaha untuk keluar dari krisis ekonominya, maka Pemerintah melakukan privatisasi sebagai salah satu jalan keluar yang harus ditempuh. Langkah privatisasi yang konsisten juga merupakan salah satu komitmen Pemerintah dengan para negara donor, dan juga IMF.

Oleh karena itu, di satu sisi, privatisasi merupakan langkah yang perlu dijalankan oleh Pemerintah dalam rangka keluar dari krisis ekonomi, dilain pihak, banyak juga yang berpendapat bahwa kekayaan / aset negara tidak boleh dijual kepada pihak luar / asing. Mereka mengartikan bahwa menjual BUMN adalah sama dengan menjual negara. Ada pula yang mengaitkan permasalahan privatisasi dengan pasal 33 ayat (2) Undang undang Dasar 1945 yang menyebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Program privatisasi sebenarnya merupakan program yang baik untuk dijalankan, namun sosialisasi terhadap masyarakat mengenai sisi-sisi positif dari privatisasi perlu dijalankan secara lebih intensif oleh Pemerintah.

Oleh karenanya,

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 18, 2009 in MATERI-MATERI

 

Tag: , , , , ,

2 responses to “PRIVATISASI BUMN

  1. aji

    Maret 23, 2011 at 4:47 pm

    privatisasi setau sy bukan penjualan BUMN ke pihak asing. qt bisa lihat beberapa BUMN yg sudah go public, spt telkom, dll. kepemilikan saham pemerintah atas telkom masih >51% dan tetap akan bertahan diatas 51%. jadi keputusan apapun yg diambil ttp msh ditangan pemerintah & semoga menguntungkan Indonesia.
    indonesia tdk bs bertahan terus dgn kondisi BUMN yg sampai saat ini sngt memprihatinkan. perbaikan mendasar sangat perlu dilakukan. mulai dr orang2 yg berkompeten dibidangnya & tidak pro pd partai, pro golongan, atau pro anak istri, tp pro pd nasib bangsa indonesia.
    semoga indonesia bs bangkit, mnjadi negara yg besar & arif…

     
  2. the riza de kasela

    November 18, 2009 at 11:40 am

    Korupsi itulah yang menggerogoti BUMN dari dalam
    Semoga BUMN gak dijual ke pihak swasta
    Ntar kejadian kayak di Rusia
    ______________________________________________
    Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/

     

Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 119 pengikut lainnya.